Untuk yang ke-sekiankali, saya meminta para pembaca blog saya, agar nilai UNAS 2008 saya lulus, merupakan nilai yang terbaik, dan saya diterima di SMAN 5 Surabaya. AMIIIN.
Semoga doa saya di terima oleh ALLAH SWT dan dikabulkan. AMIIIIINNN.
Selasa, 27 Mei 2008
Sabtu, 03 Mei 2008
DOAKAN SAYA
UNAS dah tinggal ngitung JAM, MENIT, dan DETIK. BESOK udah dimulaiiii. Tolong, do'akan saya ya teman-teman!!agar LULUS 100%, absolut kalo bisa( ALLAHUAKBAR ), dan teman2 yg di SMP AL HIKMAH juga saya dimudahkan saat mengerjakan UNAS 2008. AMIIIN......
BISMILLAH, SAYA YAKIN NILAI 100, ALLAHUAKBAR!!!!!!!!!!!
BISMILLAH, SAYA YAKIN NILAI 100, ALLAHUAKBAR!!!!!!!!!!!
Selasa, 22 April 2008
DOAKAN SAYA.....
UNAS tinggal ngitung hari. Saya juga berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan nilai UNAS yang terbaik, bagus, masuk kategori SMA yg saya idam-idamkan, dan BERSIH. Maka dari itu, saya minta do'a dari anda semua agar nilai UNASKU mendapat nilai yang bagus. LULUS UNAS 100% dengan hasil MEMUASKAN. AMIIIN..........
Sabtu, 05 April 2008
DOANYA PLEASE......
bentar lagi nih mw UNAS. untuk SMP, mulainya tanggal 5 May 2008, 1 bulan lagi nih. Wuihhhhh, tak terasa ya bentar lagi mau UNAS, padahal sepertinya barusan aku itu baru masuk kelas 3. Doa'kan saya juga untuk try out, biar di UNAS lebih gampang, OKE!!!!
Selasa, 25 Maret 2008
PERSEBAYAKU,PERSEBAYAMU,PERSEBAYA KITA
Siapa sebenarnya pemilik Persebaya? Klub-klub anggota Persebaya yang kini berjumlah 30 bisa mengklaimnya. Ini kalau dilihat dari sejarah berdirinya tim sepak bola yang berbasis di Kota Surabaya itu. Tetapi, tentu tidak semua klub yang ada sekarang sebagai pendiri. PS Benowo yang belum lama lahir, tentu tidak berhak. Sebab, dia tidak ikut mendirikannya. Hanya ikut kompetisi dan sekarang masuk dalam salah satu strata yang ikut kompetisi, yakni devisi utama, devisi satu, dan devisi dua.
Assyabab, Suryanaga, Kinibalu (kini mati suri), Indonesia Muda, dan sebagainya lebih berhak mengklaim karena mereka memang sejak Persebaya berdiri sampai sekarang ikut terlibat.
Namun, kalau dilihat dari siapa yang membiayai tim selama ini, semua klub itu tidak layak untuk mengaku sebagai pemiliknya. Pemkot malah lebih berhak. Paling tidak dalam kurun empat tahun terakhir. Mengapa? Karena tim Persebaya selama periode itu dibiayai dengan dana APBD.
Tapi darimana dana APBD? Tentu uangnya dari rakyat. Lewat pajak dan retribusi, dana APBD didapat. Kemudian dana itu didistribusikan untuk pembiayaan berbagai program pemerintah kota dengan sepertujuan DPRD. Jadi, pemilik sebenarnya Tim Persebaya selama ini adalah rakyat. Mereka tidak membiayai hanya lewat APBD, tapi juga lewat tiket yang dibelinya setiap kali pertandingan di kandang.
Lantas siapa rakyat? Nah ini yang tidak bisa langsung tunjuk hidung. Apakah mereka itu para anggota DPRD yang disebut sebagai wakil rakyat? Atau pemerintah yang juga biasa dijuluki sebagai pamong atau pelayan rakyat? Atau partai politik yang selalu menyebut dirinya penyalur aspirasi rakyat? Atau suporter -rakyat pecinta sepak bola --yang di Surabaya ada beberapa elemen? Jawabannya tidak bisa ditunjuk salah satu darinya.
Rakyat adalah sekumpulan manusia yang mempunyai hak dan kewajiban sebagai warga negara. Rakyat bola juga berarti mereka yang punya hak dan kewajiban sebagai masyarakat bola. Ia tidak hanya dibatasi wilayah administrasi seperti pemerintahan. Sebab, yang disebut rakyat bola lebih luas darinya.
Lihat saja hasil survey market yang dilakukan pengurus Persebaya satu setengah tahun lalu. Ternyata Persebaya ini tidak hanya milik warga Kota Surabaya. Hampir 60 persen warga Jatim adalah pendukung tim berjuluk Green Force ini.
Mereka ikut merasa menjadi juara kalau Persebaya juara. Mereka juga ikut prihatin jika prestasi Persebaya jeblok. Ketika tim ini mundur dari 8 besar yang menyebabkan pengurus dan manajemennya diskors, dua tahun lalu, mereka ikut sedih. Enam puluh persen warga Jatim juga ikut menangis saat Persebaya tak boleh main dua tahun gara-gara itu. Mereka tidak terlalu bersedih kalau Arema dan Persik jeblok prestasinya karena masing-masing hanya didukung 12 persen dan 7 persen dari warga Jatim.
Mengapa Persebaya menjadi ikon warga Jatim? Mungkin karena sejarah panjangnya. Juga karena tim ini berbasis di Surabaya yang menjadi ibu kota provinsi. Dengan posisinya itu, Surabaya menjadi acuan dari kota-kota lain. Baik di dunia perdagangan, ekonomi, dan politik.
Demikian pula dalam hal budaya. Ada kecenderungan untuk mengidentifikasi diri menjadi orang Surabaya. Orang Lamongan, Bangkalan, bahkan Pacitan, lebih suka menyebut asal Surabaya saat berada di perantauan. Tak mengherankan jika suatu ketika Anda menemukan orang luar Surabaya yang bangga ketika bisa ngomong arek. Sama dengan orang luar Jakarta bangga bisa ngomong lu dan gue.
Makanya tidak perlu iri jika Persebaya main penontonnya tidak hanya warga Surabaya. Meski sudah ada Persekapas-Pasuruan, Deltras-Sidoarjo, dan Gresik United, tetap saja warga tiga kota itu tertarik untuk menyaksikan Persebaya laga.
Mereka rela berdesakan naik atap kereta. Atau jauh-jauh naik sepeda motor untuk menyaksikan pertandingan di Tambak Sari. Kadang-kadang juga ikut ngluruk ke kota lain, saat tim ini bermain tandang. Ini yang menyebabkan suporter Persebaya agak beda dengan Aremania. Koordinasi yang baik antar koordinator lapoangan suporter di Surabaya, belum bisa sepenuhnya mengendalikan ulah suporternya. Apalagi menyangkut suporter fanatik dari luar kota.
Nah, kalau sudah demikian, siapa pemilik Persebaya? Kenyataan di atas mengharuskan kita lebih berlapang dada. Tampaknya kita tidak bisa menyebut Persebaya hanya milikku. Juga tidak bisa mengatakan Persebaya milikmu. Tapi lebih tepat memandang Persebaya sebagai milik kita. Lantas siapa yang berhak mengurus Persebaya Kita? Ikuti lanjutannya.
*) Arif Afandi adalah mantan Ketum Persebaya dan Wakil Walikota Surabaya.
diambil dari: www.surya.co.id/.../Catatan_tentang_Persebaya
A mild IBL
Jumat, 11 Januari 2008
Olimpiade UNAIR 2008
Kapus C FMIPA UNAIR - Surabaya
SMP1 Malang, SMP KEdiri, SMP 1 Tuban, SMP1 Pamekasan, SMP1 Madiun, SMP1 Jember.
Syarat pendaftaran :
Setiap regu terdiri dari 2 siswa (harus satu sekolah)
Setiap sekolah boleh mengirimkan lebih dari satu regu
Mengisi dan menyerahkan formulir pendaftaran dengan lengkap
Foto kopi kartu pelajar
Surat rekomendasi kepala sekolah
Pas foto 3x4
Biaya Pendaftaran
Rp 40.000,00 per regu
Waktu pendaftaran :
2-11 Januari 2008
Jam 09:00-15:-00
Pendaaftaran setelah tanggal tersebut harap hubungi panitia
CARA PENDAFTARAN
SPendaftaran dapat dilakukan di tempat pelaksaaan masing-masing wilayah atgau melalui rekening bank MANDIRI cabang Ketintang telkom dengan No. Rekening 1420004987334 atas nama Dewi Nutfata B. Dan menyerahkan bukti pendaftaran pada saat mendaftar.
Fasilitas : Sertifikat, Blocknote, Map, STicker
Babak Penyisihan
Minggu, 13 Januari 2008
Pukul 07:00 - selesai
di masing-masing wilayah pelaksanaan
Perempat final, semifinal dan final
Minggu, 20 Januari 2008
Pukul 07:00- selesai
Kampus C FMIPA Universitas Airlangga Surabaya
Memerpebutkan
Trophy GUbernur Jawa Timur
Juara I : 1,5 juta
Juara II : 1 juta
Juara III : 750 ribu
Contact Person : Happy : 03160427887
Saya sendiri (DikMenUm/Harun Immanuel) : 0315948151
Yenny : 08883559163
Ningrum : 03160738483
Organized by : HIMATIKA FMIPA Universitas Airlangga
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Airlangga Surabaya
Diambil dari http://www.olimpiade.org/Forum/viewtopic.php?t=4906 , saya hanya ikut memneritahukan saja. Buruan ikut!!! aku juga mw ikut. Bismillah masuk babak semifinal, final, dan ALLAHUAKBAR!!!!!
Langganan:
Postingan (Atom)